Melodi Pengingat

Kembali diingatkan. Bahwa kematian itu dekat jaraknya. Amat sangat dekat. Bahkan kita sendiri tidak sadar bahwa kita sedang mendekatinya. Kembali pula diingatkan. Bahwa dunia ini hanyalah sesaat.

Hari ini, tepat setelah matahari berada di puncak teriknya, terdengar kabar bahwa ada seorang kerabat yang meninggal dunia. Orang yang kemarin-kemarin terlihat sehat dan baik-baik saja. Begitu terkejut semua sanak keluarga mengetahui kabar duka ini. Matahari yang harusnya bersinar terik memanasi bumi, justru tertutup mendung dan seranai hujan hari ini. Cukup sudah mengiringi kepergian orang kepada Ilahi dengan segala duka orang-orang yang mencintainya. 

Bersyukurlah, teman-teman. Kita masih bisa menghirup napas walau terkadang begitu sesak oleh permasalahan dunia yang seakan tak kunjung usai. Namun sadarilah! Bahwa mati itu dekat dengan kita. Amat sangat dekat. Datangnya pun menjadi misteri yang seharusnya membuat seorang manusia lebih termotivasi untuk selalu berbuat kebaikan. Karena betapa hina hidup kita jika seandainya diakhiri dengan keburukan. 

Bersyukurlah, teman-teman! Kita masih diizinkan tinggal di dunia yang sesaat ini. Kita masih diberi kesempatan lebih untuk selalu bersujud kepadaNya. Sudah sepatutnya kesempatan ini diiringi dengan penuh syukur yang tak pernah lepas. 

Mari menjadi sosok yang baik dan taat. Agar Allah senantiasa mencintai kita. Sehingga kita diizinkan untuk menghadap kembali kepadaNya dalam keadaan bersih dan baik. 

#Hanya sebagai melodi pengingat agar menjadi manusia yang selalu bersyukur. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s